Menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Bulog Divisi Regional Sulawesi Utara dan Gorontalo, Andi Iskandar, beras dalam operasi pasar itu dijual Rp1.700 per kilogram, sedangkan harga beras di pasaran mencapai Rp14.000 per kilogram.
Operasi pasar yang dilakukan di permukiman warga itu belum dihentikan, sementara operasi serupa di pasar-pasar tradisional sudah disetop. Operasi itu memang untuk menekan harga tinggi beras selama sebulan terakhir.
"Meski sudah terjual lumayan banyak, stok beras masih cukup untuk enam bulan ke depan," kata Iskandar di Manado, Senin, 9 Maret 2015.
Kepala Seksi Pengawasan dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara, Arnold Kindangen, mengatakan bahwa akibat kenaikan harga beras, daya beli masyarakat menurun. Pemerintah telah melakukan pperasi pasar bekerja sama dengan Bulog setempat.
"Namun untuk di pasar telah dihentikan. Operasi pasar dilakukan di permukiman penduduk, seperti di Perkamil dan Sario, agar lebih menjangkau masyarakat," katanya.

Tidak ada komentar