Seorang jurnalis yang berhasil melakukan kontak dengan Amatullah, remaja asal Inggris berusia 16 tahun yang bergabung dengan ISIS di Suriah, menerima instruksi tentang bagaimana melakukan perjalanan ke Suriah.
Berpura-pura sebagai gadis berusia 15 tahun, jurnalis itu berhasil membuat militan ISIS terkecoh, sehingga membongkar cara-cara mereka dalam memandu militan asing, agar dapat masuk ke Suriah.
Dilansir Daily Mail, Minggu, 8 Maret 2015, ISIS mengirimkan aplikasi ponsel terenkripsi pada jurnalis itu, berisi instruksi terperinci tentang bagaimana masuk ke Suriah dan cara menghindari otoritas keamanan.
"Tidak terlalu sulit. Anda tidak perlu mengetahui bahasa Arab. Ada banyak saudara dari Inggris di sini. Anda bisa tinggal dengan saya jika mau, sampai Anda menikah," kata Amatullah.
Ketika jurnalis yang berpura-pura sebagai gadis muda itu bertanya, tentang apa yang harus dibawanya ke Suriah, Amatullah menjawab lingerie sebagai salah satu barang yang wajib dibawa.
Pada Februari lalu, tiga pelajar wanita dari London meninggalkan rumah mereka untuk bergabung dengan ISIS, yaitu Shamima Begum dan Amira Abase yang berusia 15 tahun, serta Kadiza Sultana 16 tahun.
Ketiganya melakukan penerbangan ke Turki, lalu naik bus ke Suriah. Sebelumnya pada 2014, gadis 15 tahun asal Inggris Yusra Hussien juga dilaporkan telah bergabung dengan ISIS.
Juru bicara keluarga Yusra, Anira Khokha, mengatakan pada 5 News, bahwa orang-orang muda itu tidak sadar diperdaya oleh ISIS dan dieksploitasi secara seksual.
Berpura-pura sebagai gadis berusia 15 tahun, jurnalis itu berhasil membuat militan ISIS terkecoh, sehingga membongkar cara-cara mereka dalam memandu militan asing, agar dapat masuk ke Suriah.
Dilansir Daily Mail, Minggu, 8 Maret 2015, ISIS mengirimkan aplikasi ponsel terenkripsi pada jurnalis itu, berisi instruksi terperinci tentang bagaimana masuk ke Suriah dan cara menghindari otoritas keamanan.
"Tidak terlalu sulit. Anda tidak perlu mengetahui bahasa Arab. Ada banyak saudara dari Inggris di sini. Anda bisa tinggal dengan saya jika mau, sampai Anda menikah," kata Amatullah.
Ketika jurnalis yang berpura-pura sebagai gadis muda itu bertanya, tentang apa yang harus dibawanya ke Suriah, Amatullah menjawab lingerie sebagai salah satu barang yang wajib dibawa.
Pada Februari lalu, tiga pelajar wanita dari London meninggalkan rumah mereka untuk bergabung dengan ISIS, yaitu Shamima Begum dan Amira Abase yang berusia 15 tahun, serta Kadiza Sultana 16 tahun.
Ketiganya melakukan penerbangan ke Turki, lalu naik bus ke Suriah. Sebelumnya pada 2014, gadis 15 tahun asal Inggris Yusra Hussien juga dilaporkan telah bergabung dengan ISIS.
Juru bicara keluarga Yusra, Anira Khokha, mengatakan pada 5 News, bahwa orang-orang muda itu tidak sadar diperdaya oleh ISIS dan dieksploitasi secara seksual.

Tidak ada komentar